Jumaat, 3 Julai 2015

CARA MUDAH TRADING DENGAN TEKNIK ANALISA SEDERHANA

Melakukan transkasi forex haruslah didasari oleh teknik analisa. Ada dua macam teknik analisa yang sudah umum kita kenal iaitu Analisa Fundamental dan Analisa Teknikal. Kedua teknik analisa ini sering digunakan oleh trader-trader forex profesional. Lalu, mana yang lebih penting atau yang lebih didahulukan ?

Pada bahas ini, saya tidak membahas detil cara dan bagaimana analisa fundamental namun di bahagian berikutnya saya akan mengintegrasikan dan menyelaraskan kedua analisa tersebut.

MEMAHAMI ANALISA TEKNIKAL (DASAR)

Cara mudah trading dan sering menjadi dasar pedoman trader forex di serata dunia adalah membaca porla dan formasi candle. Selain itu, menggunakan indikator teknikal iaitu indikator trend dan oscillator juga menjadi kegemaran trader.

Teknik analisa teknikal hanya dengan membaca porla dan formasi candle sering disebut Naked Trading. Pada teknik ini, trader harus memahami berbagai jenis porla dan formasi yang dapat dibentuk oleh pergerakan harga (yang diwakili candle) untuk meramal arah pergerakan harga selanjutnya. Naked Trading juga sering diistilahkan Price Action, yaitu menentukan keputusan transaksi berdasarkan pergerakan harga yang terbentuk tanpa menggunakan indikator teknikal. Grafik harga yang terbentuk pada periode tertentu diyakini mewakili aksi transaksi seluruh trader.

Menggunakan Price Action Trading (PAT), trader tidak perlu melakukan analisa fundamental secara detail. Alasannya sederhana yaitu semua data ekonomi dan berita global yang menjadi penyebab penggerak harga pasaran akan terlihat pada Price Action (PA) di grafik harga.

Beberapa pola dan formasi candle dalam Price Action menjadi penentu keputusan transaksi bahkan level stop dan target pun dapat ditentukan. Berikut diantaranya iaitu porla Hammer, Inverted Hammer, Hanging Man, Doji, Stars, Spinning Top, Long Shadow, Long Black/White Body dan masih banyak lagi. Masing-masing memiliki erti dan fungsinya yang tersendiri.


Selain pola candle, formasi candle pun dapat menjadi pedoman bagi trader untuk melakukan transaksi, diantaranya Double Top/Bottom, Head and Shoulders (HnS)/Inverted HnS, Rounding Top/Bottom dan lainnya.


Perbezaan antara formasi dan porla terletak pada jumlah candle yang membentuknya. Porla biasanya diwakili oleh 1 hingga 3 candle yang membentuknya sedangkan formasi biasanya diwakili oleh lebih dari 3 candle yang membentuknya. Dengan memahami pola dan formasi candle, trader mendapatkan gambaran arah pergerakan harga yang sedang dan sudah terjadi untuk digunakan sebagai alat analisa atau meramalkan arah harga pasaran selanjutnya.


Berikut adalah porla candle yang sering digunakan untuk melakukan Setup yaitu Inside Bar dan Pin Bar. Kedua pola ini memiliki respond spontan dari para trader ketika muncul pada grafik harga.

Inside Bar

Selain porla candle/csp yang disebutkan di atas, porla candle/csp, Inside Bar termasuk salah satu yang paling sering digunakan oleh banyak trader. Di samping pemahaman yang tidak sulit, pola candle ini juga sering muncul sehingga trader boleh membuat setup transaksi.


Strategi Inside Bar memiliki peluang transaksi yang tinggi dan memberikan tingkat Risk Reward Ratio (RRR) yang sangat baik. Karena dalam menentukan level entry, biasanya memiliki level stop atau antisipasi yang kecil dibanding penggunaan setup transaksi yang lain. Namun ada yang harus diingat dan diwaspada iaitu strategi Inside Bar ini bagusnya ketika pasar sedang bergerak dalam trend, bermaksud inside bar tersebut berlaku semasa sesi corrective wave retracement. 

Porla Inside Bar muncul ketika garis bar anak berada dalam range bar sebelumnya atau bar induk. Inside Bar haruslah memiliki pola Higher Low - Lower High dari bar induknya. Setup transaksi pada strategi Inside Bar dapat dilakukan dengan melakukan posisi entry ketika harga bergerak menembus range bar induk. Trader dapat melakukan transaksi BUY ketika harga menembus ke atas level high dari bar induk sedangkan untuk transaksi SELL dilakukan ketika harga menembus ke bawah level low dari bar induk.

Terdapat beberapa interpretasi mengenai bar induk iaitu penggunaan range High – Low dan range dari real body bar induk (Open – Close). Namun kebanyakan trader menggunakan range High – Low.

Kemunculan Inside Bar ini boleh dinilai dan diangap sebagai alarm untuk trader berwaspada, apakah harga akan melanjutkan trend ataukah terjadi pembalikkan arah trend (reversal). Biasanya terjadi setelah harga bergerak dalam trend besar, dan harga melakukan konsolidasi sehingga tidak melebihi range bar induk. Konsolidasi di sini dapat diertikan pelaku kepada pasar besar iaitu Impulsive wave, trader dan investor sedang mempertimbangkan arah harga selanjutnya. Apatah lagi jika tidak ada forecast fundamental sebagai penggerak harga atau menunggu menjelang relist data fundamental yang penting.

Inside bar ini dapat dikuatkan lagi jika muncul berhampiran aras support atau resistance yang kuat berdasarkan history...

Pin Bar

Berikut ini adalah porla candle Pin Bar. Kemunculan porla ini dapat mengindikasikan adanya peluang pembalikkan arah tren atau reversal. Porla candle ini memiliki struktur yang khas yaitu memiliki long shadow dengan range body lebih kecil dari range shadow dan range nose yang lebih kecil dengan range body. Tidak menutup kemungkinan bahwa pola candle doji dengan long shadow dapat disebut sebagai Pin Bar.

Porla candle Pin Bar yang muncul disaat terjadi trend yang dekat dengan area aras support dan resistance yang kuat akan menjadi pengesahan reversal jika, long shadownya menjerumus keluar dan tidak berada dengan shadow atau body candle sebelumnya, panjang shadow setidaknya dua-pertiga dari body dan nosenya dan level open dan close sebaiknya berdekatan atau berhimpitan.

Trader dapat melakukan setup transaksi menggunakan strategi Pin Bar ini dengan melihat pergerakan harga menembus nose Pin Bar atau ketika terjadi retrace ke arah shadow. Trader boleh melakukan setup transaksi SELL ketika kemunculan candle Pin Bar disaat harga sedang dalam trend bullish dengan fokus utama jualan dalam dagangan untuk sementara waktu. Level entry boleh dilakukan ketika harga berbalik arah dari trend sebelumnya dengan menembus ke bawah level low Pin Bar atau ketika harga rebound menuju 50% dari shadow. Begitu juga sebaliknya untuk setup transaksi BUY.

Sekian Dahulu & Terima Kasih

SELAMAT BERAMAL.....